Ketika Waktu Tidak Bersahabat



 

Seperti sebuah angin yang terhembus menghempaskan lapisan tipis rambut yang hampir menutupi plipis mata. Deruh ombak, yang bergejolak bertbarakan saling menghayuh. Seakan sedang balapan. Ku pandangi sekeling pantai, yang di penuhi dengan pemandang indah. 

Tertepis rasa dalam asa, seakan dia tidak akan pergi. Siapa yang dapat menyangka?, Satu tahun berlalu hubungan yang sempat terjalin itu. Retak, rapuh bahkan runtuh. 

Seperti halnya sebuah batu yang mengalami proses pelapukan. Awalnya tidak ada satu orang yang menganggap, bahwa batu itu akan mudah di hancurkan. Tidak memerlukan alat, cukup dengan mengoreskan lengan ke batu, maka batu itu akan menjadi serpihan kecil. 

Pagi, siang, sore bahkan malam komunikasi yang di lakukan baik-baik saja. Seperti tidak akan ada masalah yang akan dihadapi. Semua yang terlihat baik, hampir sebagian aktifitas yang seharusnya aku lakukan. Aku abaikan, hanya untuk mengerjakan apa dia inginkan. 

Semua yang aku kerjakan, hanya untuk dirinya. Karena terlihat sangat baik, bahkan aku melihat di takut kehilangan aku. Sehari aja aku tidak menghubunginya, dia langsung marah. 

Susah dong untuk meredakannya, ya. Begitulah namanya cinta, seakan menutup pandangan dan akal sehat. Mati-matian berjuang, bahkan sampai meninggalkan apa yang seharusnya dikerjakan. Namun, akhirnya dia pergi juga.

Terkadang, sering muncul pertanyaannya dosa apa yang pernah aku perbuat sehingga. Membuatku sulit kembali untuk mempercayai orang, sekali ngasih kepercayaan kepada orang disakiti bahkan dihianati.



Ketika Waktu Tidak Bersahabat Ketika Waktu Tidak Bersahabat Reviewed by KNPI PK SELAJAMBE on Desember 21, 2023 Rating: 5

Footer